Jenis Pewarna Batik Sintetis

Pewarna batik sintetis merupakan pewarna tekstil yang dapat digunakan dalam proses pencelupan batik dengan cara diwarnai atau diwarnai pada suhu ruang agar tidak merusak malam (malam) sebagai penahan warna.

Pewarna ini diproduksi berdasarkan reaksi kimia tertentu. Pewarna sintetis untuk kain ada banyak, tetapi hanya sedikit yang bisa digunakan sebagai pewarna batik. Hal ini dikarenakan pada proses pencelupan baju batik suhu pencelupan harus berada pada suhu ruangan, karena pada saat proses pencelupan batik tidak memungkinkan menggunakan proses pemanasan, jika pencelupan dilakukan dengan memanaskan lilin batik (malam hari) akan meleleh.

Berikut ini berbagai jenis pewarna sintetis yang sering digunakan dalam proses pencelupan batik:

Remasol

Remasol merupakan zat warna reaktif karena dapat bereaksi dan membentuk ikatan langsung dengan serat sehingga menjadi bagian dari serat. Dari segi teknis praktis, pewarnaan batik dengan remazol dapat dilakukan dengan cara diwarnai, diwarnai atau disisir. Pewarna ini memiliki sifat: larut dalam air, memiliki warna cerah dengan daya tahan yang baik, korelasi rendah (kecenderungan unsur atau senyawa membentuk ikatan kimia dengan unsur atau senyawa lain), untuk memperbaiki sifat tersebut pada pewarna batik kemudian diatasi kekuatan dan kelengkapannya oleh natrium silikat.

Indigosol

Indigosol adalah pewarna yang larut dalam air. Larutan pewarna adalah larutan berwarna cerah. Saat kain direndam dalam larutan pewarna, warna yang diinginkan tidak tercapai. Setelah teroksidasi / ditambahkan ke larutan asam (HCl atau H2SO4), warna yang diinginkan akan diperoleh. Obat tambahan yang dibutuhkan untuk pewarna indigosol adalah natrium nitrit (NaNO2) sebagai oksidator. Warna yang dihasilkan cenderung lembut / pastel. Pada batik, pewarna indigosol digunakan sebagai pewarna atau pewarna.

Napthol

Napthol adalah pewarna yang tidak larut dalam air. Untuk melarutkannya diperlukan bahan tambahan berupa kaustik soda. Pencelupan naftol dilakukan dalam 2 tahap. Rendam dulu dengan larutan naftol Anda sendiri (penaphtolan). Pada pencelupan pertama ini warna belum didapatkan atau warna belum muncul, sehingga pada fase pencelupan / kebangkitan kedua dengan larutan garam diazodik akan didapatkan warna yang diinginkan. Warna gelap dan terang bergantung pada jumlah naftol yang diserap oleh serat. Naftol digunakan untuk mendapatkan warna gelap / dop dan hanya digunakan untuk mencelupkan.

Rapid

Pewarna ini adalah naftol yang telah dicampur dengan garam diazodium dalam bentuk tidak tercampur (koppelen). Untuk menghasilkan warna biasa dengan asam sulfat atau cuka. Pada pewarnaan batik, pewarnaan cepat hanya digunakan untuk pewarnaan guratan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *