Agar Pengajuan Kredit Tidak Ditolak

Penolakan pinjaman atau kredit seringkali menjadi kendala saat kondisi dibutuhkan. Ini benar-benar kekuasaan dan hak pemberi pinjaman atau kredit. Baik itu masalah manipulasi data, ketidakpatuhan terhadap ketentuan, ketidaktepatan dan akurasi data informasi maupun catatan kinerja kredit dari Bank Indonesia, yang pada akhirnya akan terjadi pengajuan kredit ditolak oleh bank.

Masalah yang terjadi terkadang menjadi alasan penolakan yang jarang diketahui atau bahkan tidak diketahui. Alhasil, pelamar bisa berharap, asal tidak menunggu lama. Bahkan bagi pelamar atau peminjam, informasi tentang penolakan sangat penting sehingga mereka tahu di mana letak kekurangan dan kekurangan komunikasi mereka. Untuk alasan penolakan terperinci, peminjam dapat mengubah informasi sampai pinjaman disetujui.

Agar pengajuan kredit berhasil disetujui, kali ini kita memberikan tips yang perlu diperhatikan peminjam.

1. Kelengkapan dokumen

Pemohon atau peminjam harus memenuhi persyaratan dengan melengkapi jaringan dokumen saat mengajukan kredit. Misalnya fotokopi KTP, NPWP, slip gaji dan lain-lain. Mengirimkan dokumen ini diperlukan untuk memastikan bahwa data yang diberikan tidak benar atau telah kedaluwarsa. Oleh karena itu, pemberi pinjaman tidak hanya mengevaluasi kelengkapan dokumen tetapi juga validitasnya.

2. BI Checking

BI Checking merupakan faktor penentu dalam menyetujui pinjaman. Pemberi pinjaman biasanya mengecek dari data yang disimpan oleh Bank Indonesia apakah pemohon masuk daftar hitam karena pembayaran kredit sebelumnya sudah lewat atau belum lunas. Biasanya dalam pencatatan BI, data pelamar ditampilkan dan dirangking menurut nilai dari 1 sampai 5. Semakin tinggi angkanya, semakin buruk riwayatnya.

3. Nomor kontak

Pastikan nomor kontak yang diberikan adalah nomor kontak. Baik nomor pribadi atau nomor kerabat termasuk dalam proses. Pentingnya nomor telepon yang dapat dihubungi adalah membantu pemberi pinjaman memastikan kebutuhan dan keaslian datanya.

4. Total pendapatan

Besarnya pendapatan akan menentukan nominal pinjaman. Jika besaran pinjaman tidak sesuai dengan besaran kapasitas yang dikeluarkan dan besaran gaji, tentunya akan dipotong seluruhnya. Dari total pendapatan, maksimal 30% harus digunakan untuk melunasi pinjaman. Jika kondisi keuangan pemohon tidak mencukupi kebutuhan hidup, tidak aman secara finansial jika mengajukan kredit kembali, jelas hal ini menjadi pertimbangan yang pada akhirnya ditolak.

Dari empat hal sebelumnya, berikut rangkuman dari kami yang kerap menjadi alasan untuk menolak pengajuan kredit / pinjaman. Sebaiknya untuk menghindari penolakan, peminjam harus memberikan data yang benar dan valid. Peminjam juga harus memastikan bahwa dia bersih, aman secara finansial dan mampu membayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *